Ketika Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam semakin terdesak,
para shahabat yang menyadari bahaya yang sedang mengancam Rasûlullâh
Shallallahu ‘alaihi wa sallam berjuang habis-habisan demi menyelamatkan
Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Tercatat dalam sejarah dengan
tinta emas, perjuangan yang dilakukan Thalhah bin Ubaidillah
Radhiyallahu anhu . Beliau Radhiyallahu anhu bertempur mempertaruhkan
nyawa sampai telapak tangan yang beliau Radhiyallahu anhu pergunakan
untuk membela Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak bisa
difungsikan lagi[3] . Thalhah inilah yang menyangga Rasûlullâh
Shallallahu ‘alaihi wa sallam supaya bisa naik ke bebatuan ketika beliau
Shallallahu ‘alaihi wa sallam di kepung oleh pasukan Quraisy. Lalu
Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Thalhah pasti masuk
surge[4] . Dalam riwayat lain, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda :
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى شَهِيْدٍ يَمْشِي عَلَى وَجْهِ الأَرْضِ فَلْيَنْظُرْ إِلَى طَلْحَةَ بْنِ عُبَيْدِ الله
Barangsiapa yang ingin melihat syahîd (orang yang mati syahîd) yang
masih berjalan di muka bumi maka hendaklah dia melihat Thalhah bin
Ubaidillah.”[5]
No comments:
Post a Comment